KEMAGNETAN
Kita dapat menggolongkan benda berdasarkan sifatnya. Kemampuan suatu benda menarik benda lain yang berada di dekatnya disebut kemagnetan. Berdasarkan kemampuan benda menarik benda lain dibedakan menjadi dua, yaitu benda magnet dan benda bukan magnet. Namun, tidak semua benda yang berada di dekat magnet dapat ditarik. Benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetik. Benda yang tidak dapat ditarik magnet disebut benda nonmagnetik. Benda yang dapat ditarik magnet ada yang dapat ditarik kuat, dan ada yang ditarik secara lemah. Oleh karena itu, benda dikelompokkan menjadi tiga, yaitu benda feromagnetik, benda paramagnetik, dan benda diamagnetik.
Benda yang ditarik kuat oleh magnet disebut benda feromagnetik. Contohnya besi, baja, nikel, dan kobalt. Benda yang ditarik lemah oleh magnet disebut benda paramagnetik. Contohnya platina, tembaga, dan garam. Benda yang ditolak oleh magnet dengan lemah disebut benda diamagnetik. Contohnya timah, aluminium, emas, dan bismuth.
Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Benda itu ada yang mudah dan ada yang sulit dijadikan magnet. Baja sulit untuk dibuat magnet, tetapi setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah hilang. Oleh karena itu, baja digunakan untuk membuat magnet tetap (magnet permanen). Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya mudah hilang. Oleh karena itu, besi digunakan untuk membuat magnet sementara (magnet remanen). Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer. Benda yang bukan magnet arah magnet elementernya tidak beraturan. Adapun, benda magnet arah magnet elementernya teratur.
kemagnetan
Publicado Minggu, 11 April 2010
Label:
pemikiran saya
Diposting oleh
Anam
di
23.46
0
komentar
astimatis & katarak
Publicado
Astigmatis adalah ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat tidak terpusatkannya sinar cahaya pada satu titik di selaput jala (retina) mata. Ada dua jenis astigmatis, yaitu astigmatis kornea yang disebabkan oleh ketidakteraturan lengkung atau daya bias kornea dan astigmatis lensa akibat ketidakteraturan daya bias lensa mata. Astigmatis menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan melihat sesuatu secara jelas atau menjadi kabur, terutama untuk obyek-obyek yang berukuran kecil. Astigmatis yang umumnya diderita oleh penyandang miopia ini biasanya dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa silindris atau lensa kontak. Dapat juga dilakukan operasi refraktif.
Pengobatan Medis
Umumnya, mata minus, mata plus, dan silindris dapat diatasi dengan penggunaan kacamata dan lensa kontak. Operasi refraktif juga dapat dilakukan, terutama untuk penderita yang sudah parah. Untuk penderita yang sudah parah, dibutuhkan kacamata yang sangat tebal sehingga kurang praktis dan dapat mengganggu aktivitas kesehariannya.
Label:
pemikiran saya
Diposting oleh
Anam
di
23.34
0
komentar
Tugas Kir
Publicado
Metode Penelitian
A. Rancangan Penelitian
Rancangan Penelitian menggunakan metode experimen yaitu dengan cara merendam makanan chiki ke dalam air mendidih. Dengan demikian, air akan mengandung zat-zat yang ada di chiki.
B. Waktu dan tempat
Penelitian ini dimulai tanggal 14 Juni 2009-22 Oktober 2009. Tempat diskusi di sekolah kami sendiri, sedangkan tempat penelitian di rumah kos putra dari Dian Anggoro Putro B. di Jl. Pekalongan 2B, Malang
C. Alat dan Bahan
1. Panci
2. Kompor
3. Gelas
4. Mangkok
5. Satu potongan kecil daging sapi
6. Satu pack kecil chiki
D. Cara Kerja
1. Masak 2 gelas air ke dalam panci kecil
2. Tunggu beberapa menit sampai mendidih
3. Setelah mendidih, masukkan 1 pack chiki ke air mendidih itu sampai hancur
4. Saat itu, siapkan juga potongan kecil daging itu ke dalam mangkok
5. Setelah zat-zat dalam chiki larut, buanglah ampas chiki
6. Kemdian, tuang air tersebut ke mangkok tersebut
7. Tunggu selama 1 jam dengan melihat reaksi daging tiap 10 menit
8. Dan tidak lupa, pastikan daging telah dicuci sampai bersih
Label:
pemikiran
Diposting oleh
Anam
di
23.23
0
komentar
